by

Uluran Tangan untuk Nenek Ating di Panti Sosial Tangerang

Nenek Ating yang hidup sebatang kara kini sehat dan ceria di Panti Sosial milik Pemerintah Kabupaten Tangerang. Nenek tersebut sudah tinggal selama enam bulan di UPTD Rehabilitasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial pada Dinas Sosial yang berlokasi di Kecamatan Jayanti.

“Betah di sini. Makan, minum kopi dan sesekali membersihkan halaman di panti sosial ini,” kata nenek Ating saat dijumpai Selasa, (07/09/2021).

Sebelumnya, nenek Ating hanya sendiri setelah suaminya meninggal dunia dan sehari-hari nenek Ating tinggal di pos ronda yang dibuatkan anak-anak muda yang merasa iba karena hidupnya sebatang kara.

“Sebelumnya saya tinggal di pos ronda, mencari limbah plastik botol minum dan dijual untuk kebutuhan hidup,” ujar nenek Ating.

BACA JUGA:  Maesyal Rasyid Kembali Jadi Ketua Korpri Kabupaten Tangerang

Nasib yang sama dialami oleh Rama Aditya, balita yang ditinggal oleh orang tuanya. Rama tumbuh sehat di panti sosial karena dirawat dan dijaga dengan baik oleh pengasuh panti sosial bernama Nisfatul.

“Ibu Rama setelah melahirkan melalui operasi sesar sudah tidak ingat kepada anaknya, ibu Rama mengalami gangguan jiwa lalu pulang ke Bogor,” kata Nisfatul.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat menambahkan kondisi di Panti Sosial Pemkab Tangerang terus dimaksimalkan untuk menjaga dan merawat para ODGJ dan PMKS yang ada di Kabupaten Tangerang.

“Saat ini sudah ada 14 orang yang kami rawat, salah satunya nenek Ating dan Rama. Tempat tinggal, makan dan minumnya kita jamin sesuai amanat undang-undang,” kata Ujat.

BACA JUGA:  Bareskrim Polri Grebeg Karaoke Venesia BSD, Astaga! Harga Sewa LC-nya...

UPTD Rehabilitasi PMKS Dinsos Kabupaten Tangerang ini memiliki 24 kamar, setiap kamarnya memiliki fasilitas tempat tidur, kamar mandi dan perlengkapan lainnya. Areanya pun luas serta ada penjagaan yang ketat dan fasilitas-fasilitas untuk warga panti.

“Setiap kamar dihuni dua orang, dengan fasilitas penerangan, penjagaan dan pengasuh yang setiap harinya melayani,” jelas Kadis Sosial.

Saat meninjau panti sosial, Sekretaris Daerah Maesal Rasyid mengecek kondisi dan menyapa para penghuni panti. Sekda merasa terenyuh ketika melihat nenek Ating, Rama dan penghuni panti lainnya. Dalam kondisi apapun, pemerintah harus hadir di tengah-tengah masyarakat, terlebih kepada mereka yang mengalami depresi, gangguan jiwa atau ODGJ dan PMKS.

BACA JUGA:  Pengamanan Objek Vital Diperketat Jelang Pelantikan Jokowi-Maruf

“Mudah-mudahan dengan kita rawat di sini mereka bisa kembali normal, dan juga bersosialisasi. Tetapi sepanjang belum bisa bersosialisasi, kita akan menjamin terkait dengan asramanya, tempat tidur dan makannya,” ungkap Sekda. (Gembong PR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.