by

Berita Clickbait dan Parasit Informasi Masyarakat

Clikbait atau umpan klik merupakan sebuah cara yang dilakukan pengelola situs web yang mana menggiring pengguna internet mengklik suatu situs tertentu dengan cara manipulatif baik berupa teks maupun gambar. Tujuannya sendiri agar mendapatkan viewer sebanyak mungkin. Alhasil penyedia laman tersebut meraup keuntungan dari adsense ketika seseorang membaca laman yang disediakan.

Fenomena clickbait juga sering kita temukan pada beberapa portal berita media online. Cara kerjanya sendiri yakni, dengan menggunakan thumbnail dalam mengangkat topik yang sensasional. Topik berita tersebut kemudian dijadikan judul yang sengaja dibiarkan menggantung dan terkesan provokatif. Fungsinya sebagai umpan yang memanfaatkan sisi emosional pembaca.

Cara ini cukup ampuh, mengingat sebagian masyarakat kita begitu minim dalam literasi membaca. Alhasil ketika membuka berita di internet banyak sekali dari kita yang terkecoh oleh judul berita umpan klik. Penyebab lainya yakni para pembaca lebih mengutamakan emosional ketika melihat judul. Alih-alih membaca keseluruhan isi dengan cermat, malah acapkali netizen menyimpulkan suatu berita secara dangkal dengan hanya melihat judul.

BACA JUGA:  Sosial Media: Dibaca tapi Tak Dipercaya, Media: Dipercaya tapi Tak Dibaca

Hal ini sangat memprihatinkan, karena sejatinya fungsi berita yaitu sebagai penyampaian pesan dari suatu peristiwa secara jujur, juga sebagai sarana ilmu pengetahuan, bukan malah berbanding terbalik. Demi mengejar viewer acapkali para oknum editor berita online yang nakal menyajikan berita  dimana tidak adanya relevansi anatara isi dan judul, bahkan subtansi dari kerangka berita tersebut terkesan absurd.

Seperti pada contoh pemberitaan artis yang pernah terjerat masalah pornografi dengan judul ‘video baru GA goyang di kolam renang hingga diatas kasur bikin heboh.’ Pastinya umpan dari judul tersebut memancing paradigma negatif dari pembaca, sebab pembaca menyimpulkan itu merupakan video panas lainya yang dimiliki artis tersebut, hanya karena pernah terjerat kasus pornografi sebelumnya. Padahal isi dari beritanya sendiri merupakan video joget dirinya dengan buah hatinya yang dibuat untuk keperluan konten akun instagram.

Clikbait juga dapat menyebabkan huru-hara oleh sebab stucknya pola fikir masyarakat kita dalam mencerna berita. Vonis terhadap berita yang tidak utuh menjadi sangat riskan ketika membentuk bola liar di lingkup masyarakat kita.

BACA JUGA:  Meneropong Kabinet Kerja Jokowi Jilid II

Seperti ketika dihelatnya kontestasi pemilu, banyak berita clikbait menjamur ditengah arus berita hoax yang membuat ketegangan anatara simpatisan yang hampir berujung pada kemungkinan buruk, yakni  dalam bentuk aksi huru-hara. Contoh clikbait yang sering kita temui pada portal berita online kurang lebih bernarasikan ‘pertemuan dua rival dalam pencalonan presiden, endingnya seperti ini.’ Atau ‘ini ucpan paslon nomor satu pada paslon nomor dua, ucapanya bikin kaget.’ Sontak judul-judul yang demikian semakin menyulutkan fanatisme yang tak berkesudahan.

Atau  mengenai pemberitaan pandemi nasional dewasa ini, banyak sekali judul berita yang membuat narasi meresahkan masyarakat sehingga berujung chaos antara petugas medis dengan masyarakat kita. Salah satu judul yang bernarasi ‘jarang diketahui, ini rahasia kandungan vaksin yang dibuat cina.’  judul ini mengakibatkan ketegangan pada publik, pasalnya judul yang setengah-setengah itu mengakibatkan timbulnya fikiran buruk pembaca. Ditambah dengan gambar parasit atau karikatur hewan yang tak layak konsumsi. Imbasnya banyak masyarakat Indonesia yang enggan melakukan vaksinasi.

BACA JUGA:  Tidak Semua Pembelaan Terpaksa Lepas dari Pidana

Curiosity gap atau pemanfaatan dari rasa penasaran pembaca hanya dari judul menjadi modal utama para pelaku berita clickbait. Hal ini amat merugikan baik dari aspek sikologis maupun lainya. Perlu adanya perhatian khusus oleh kominfo dalam menyikapi berita yang tidak sehat ini, Salah satu caranya dengan melakukan sosialisasi pada generasi milenial maupun generasi tua tentang bahayanya berita bohong. Edukasi minat baca juga tak kalah penting terutama pada generasi muda kita, sebab dengan membaca akan menumbuhkan intelektual sekaligus kesadaran kita, contohnya dalam memilah berita agar tidak terjadi miskomunikasi yang berujung pada kesimpulan sepihak dan akhirnya akan menyesatkan. (*)

Penulis: Alif Maulana, Mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) Tangsel.

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

2 comments