by

Blak-blakan Erick Thohir Soal Cari Duit di BUMN: Jabatan Dirut Senilai Rp25 Miliar

JAKARTA- Nama Menteri BUMN Erick Thohir mencuat pasca memanasnya isu mendapatkan keuntungan dari kebijakan tes PCR di Indonesia. Hal itu dikaitkan dengan conflict of interest karena Erick Thohir menjabat sebagai pejabat publik dengan latar belakang pebisnis.

Erick Thohir pun membantah tuduhan itu. Bahkan, berani buka suara cara mendapatkan ‘uang panas’ di lingkungan Kementerian BUMN. Dia bercerita, cara yang paling mudah untuk mendapatkan uang dari jabatannya adalah dengan jual-beli jabatan direksi perusahaan pelat merah.

Menariknya, untuk satu jabatan direksi di BUMN seperti Direktur Utama, dia mengaku pernah dihargai sebesar Rp 25 Miliar.

“Kalau saya mau cari uang di BUMN, banyak. Paling gampang apa? Cari uang, mindah-mindahin jabatan, itu setorannya banyak loh,” katanya dalam dialog dengan Akbar Faizal, ditulis Sabtu (27/11).

BACA JUGA:  Sudah Betul Banget! Moeldoko Sebut Jokowi Tak Ambil Pusing Soal Kritik

“Loh dulu, pernah dihargai satu direksi Rp 25 miliar. Direksi yang gede, ya direktur utama lah, kalau mau,” imbuhnya.

Kini hal itu tak terjadi lagi di tubuh Kementerian BUMN. Buktinya, kata dia, dengan adanya merger antara perusahaan pelat merah.

“Terus apa konteksnya? Kalau saya terjebak jua-beli jabatan, ya gak mungkin saya merger-in BUMN, gak mungkin tadi, ya menangkap yang korupsi. Pasti langsung goyang dong badannya. “Wah ini yang ita angkat, ini udah nyetor ke kita’,” katanya.

Erick Thohir pun turut menyinggung reputasi baik yang dimilikinya selama ini. Tidak mungkin baginya terlibat dengan hal ilegal tersebut yang bisa menghancurkan repotasi baik yang telah dibangunnya tadi.

BACA JUGA:  Jika Jokowi Tak Segera Rombak Komisaris dan Direksi, BUMN Akan Jadi Sarang Taliban

“Karena tidak mungkin lah, yang selalu saya bilang 2 tahun jadi menteri reputasi saya selama ini masa mau saya hancurkan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, dia mengisahkan sejak awal ditawari untuk menjabat pucuk Kementerian BUMN oleh Presiden Joko Widodo. Ia sempat mengingatkan tentang potensi citra konflik kepentingan jika Menteri Erick masuk ke kabinet.

Hal itu, kata Erick langsung dibantah oleh Jokowi.

“’Pak ini pasti orang akan melihat conflict of interest’, Pak Presiden jawab apa? ‘saya tahu Pak Erick Thohir selama ini waktu jalanin Asian Games (2018) tidak ada hal seperti ini, dan saya sudah cek background Pak Erick’,” kata dia menirukan ucapan Presiden Jokowi. (Dimas)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.