by

DPR Minta Polri Juga Prioritaskan Restorative Justice

JAKARTA– Anggota Komisi III DPR RI Hinca Pandjaitan menegaskan pentingnya restorative justice di lingkungan Polri, agar rasa keadilan masyarakat akan semakin terbuka. Dengan menerapkan kebijakan tersebut, kasus-kasus kecil dapat diselesaikan secara kekeluargaan sehingga tidak memenuhi lembaga pemasyarakatan (lapas) yang ada di Indonesia.

“Pentingnya restorative justice di lembaga Kepolisian kita, agar nantinya masyarakat ini merasa keadilan semakin berpihak kepada mereka. Untuk itu Komisi III DPR RI melakukan kunspek ke Polda Jabar untuk melihat langsung bagaimana mereka menerapkan restorative justice ini,” terang Hinca di Mapolda Jawa Barat, Bandung, Kamis (18/11/2021).

Menurut Politikus Fraksi Demokrat ini, perkara yang diselesaikan dengan restorative justice kebanyakan adalah kasus ringan. “Seperti kasus nenek mengambil kapas, perkara ringan yang bisa didiskresi oleh pihak kepolisian sehingga baik pelapor maupun yang dilaporkan sama-sama menerima,” tuturnya.

BACA JUGA:  Bukan Cuma Islam Doang! Kemenag Adalah Pelayan Semua Agama di Indonesia

Restorative justice menjadi program yang dicanangkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Hinca mengatakan penanganan kasus dengan restorative justice merupakan langkah untuk mengikuti dinamika perkembangan dunia hukum yang mulai bergeser dari positivisme ke progresif untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat.

“Pak Kapolda Jabar mengatakan setiap kasus atau perkara ringan akan dilakukan dengan memakai hati nurani atau kata lain menyidik dari hati, saya rasa ini bagus ya karena banyak sekali kasus-kasus yang ringan malah dimasukan kelapas sehingga memenuhi lapas dan menjadi over,” imbuhnya. (Dimas)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.