by

Hubungan Seks dengan Pacar Diperbolehkan?

Apa yang ada di benak kita dengan kata-kata “berhubungan seks dengan pacar diperbolehkan”. Tentunya terkejut bukan. “Ada-ada saja hukum di Indonesia”, ucap salah satu teman yang mendengar kata-kata tersebut. Maraknya kasus pelajar terlibat pornografi semakin merajalela. Tak hanya itu, teknologi yang semakin maju membuat tindakan asusila dan pornografi lebih mudah di akses oleh pelajar.

Seperti kasus di Banda Aceh beberapa pelajar terlibat dalam grup WhatsApp yang mengharuskan anggotanya mengirimkan gambar-gambar atau video-video pornografi. Video viral sepasang pelajar melakukan hubungan seks di rumah kosong menjadi sebuah momok yang mengerikan bagi dunia pendidikan saat ini.

Legalitas hubungan seks antara laki-laki dan perempuan diatur di dalam hukum agama dan dimasukkan dalam hukum positif di Indonesia. Perkawinan adalah pranata atau lembaga yang melegalkannya. Dari pengertian tersebut sudah jelas bahwa hubungan seks diperbolehkan dengan jalan pernikahan yang sah menurut agama dan keyakinannya.

Perkawinan telah diatur oleh hukum positif di Indonesia sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, menyebutkan bahwa perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria dan wanita sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun. Disini jelas tertuang batas usia perkawinan. Remaja atau anak di bawah usia 19 tahun belum diperbolehkan menikah.

BACA JUGA:  Miris! Pelaku Pencabulan 14 Anak di Jagakarsa Ternyata Lulusan S2

Hanya orang dewasa yang sudah memiliki kematangan secara emosional, fisik dan psikis yang diperbolehkan menikah. Kasus yang banyak terjadi melibatkan anak di bawah umur 19 tahun, yang notabennya masih harus mendapatkan hak pendidikan yang layak, mendapatkan hak untuk dilindungi dan secara fisik serta psikis dapat dikatakan belum layak untuk menjalani kehidupan beratnya rumah tangga.

Bagaimanakah dengan mereka (pelajar) yang telah melakukan hubungan seks dengan pacarnya di luar pernikahan, apakah bisa dikenakan pidana? Hubungan seksual yang dapat dipidana adalah hubungan seksual yang dilakukan dengan anak yang belum berusia 18 tahun, hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan yang salah satunya terikat dalam suatu perkawinan yang disebut dengan perzinaaan sepanjang adanya pengaduan dari pasangan resmi salah satu atau kedua belah pihak, dan hubungan seksual yang dilakukan dengan paksaan atau pemerkosaan.

BACA JUGA:  Wow! Duit Aliran Jiwasraya Dibongkar Komisi III DPR RI

Bagi pelajar yang belum mencapai usia 18 tahun berhubungan seks dapat dipidanakan. Karna usia 18 tahun kebawah masih masuk dalam kategori anak-anak dan mendapatkan hak perlindungan anak, maka dikenakan sanksi pidana sesuai dengan undang-undang yang berlaku yaitu Pasal 76D Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak:

“Setiap Orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan memaksa Anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain”

Namun penjabaran diatas hanya masuk dalam kategori pidana jika usia belum 18 tahun. Kalau sudah 18 tahun ke atas bagaimana?. Apakah tetap diperbolehkan atau dapat dipidana jika berhubungan seks tanpa ikatan perkawinan?. Berikut penulis uraikan:

  1. a)Berhubungan seks dengan pacar di luar perkawinan melanggar nilai-nilai moral yang dianut di dalam masyarakat.
  2. b)Hukum positif di Indonesia mengatur dan memberikan sanksi pidana bagi pelaku hubungan seks di luar perkawinan atau disebut juga perzinaan terhadap:
  3. Apabila salah satu pelaku perzinaan terikat perkawinan (Pasal 284 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana/KUHP)
  4. Apabila melakukan perzinaan dengan seorang perempuan, padahal diketahui, bahwa usianya belum mencapai 15 tahun, atau kalau tidak nyata berapa umurnya, diperkirakan belum masanya untuk kawin (Pasal 287 jo. Pasal 290 KUHP);
  5. Apabila melakukan perzinaan dengan melakukan tindakan kekerasan atau mengancam kekerasan atau melakukan perkosaan (Pasal 285 KUHP);
  6. Apabila melakukan perzinaan dengan wanita yang dalam keadaan pingsan atau dalam keadaan tidak berdaya (Pasal 286 KUHP).
  7. c)Selain dari kondisi-kondisi yang diatur dalam pasal KUHP di atas, seseorang yang melakukan hubungan seks dengan pacar atas dasar suka sama suka (keputusan bersama), dan keduanya telah dewasa, tidak dapat dipidanakan atau dijerat pasal perzinaan. (*)
BACA JUGA:  Politik, Seks dan Etika Digital

 

Penulis:

Putri Rengganis, Mahasiswa FKIP-PPKn Universitas Pamulang. **)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
67 %
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
33 %

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.