by

Kasus Kekerasan terhadap Anak Kian Meresahkan

Di dalam keluarga anak ialah buah hati yang diharapkan bisa menjadi penyemangat orang tua, harapan orang tua di masa kelak, kebanggan orang tua, tetapi tidak untuk di masa pandemi seperti ini. Di masa serba sulit pandemi, kekerasan terhadap anak makin merajalela sesuai data sepanjang Januari sampai Juni 2021, sedikitnya ada 59 kasus yang terjadi di Kota Riau, Pekanbaru.

Laporan The Asian Parent menunjukkan bahwa 80% pelaku pedofilia di Amerika Serikat mengalami kekerasan waktu masa kanak-kanak mereka secara fisik, verbal, dan seksual dan pelakunya merupakan orang terdekat mereka.

Kekerasan anak dipicu tidak lain tidak bukan ialah faktor ekonomi yang menjadi alasan kenapa orang tua melakukan hal tersebut. Terhimpit ekonomi di masa seperti ini bukanlah menjadi alasan pembenaran bahwa kekerasan terhadap anak di perbolehkan karena akan berakibat fatal.

BACA JUGA:  Siapa Sebenarnya Jaksa Pinangki? Ini Fakta-faktanya...

Dampak fisik sudah tentu tetapi dampak psikis pun ada dalam diri korban kekerasan apalagi masih anak-anak yang akan membekas sampai ia remaja, perlunya edukasi dan control untuk bisa menekan kasus kekerasan terhadap anak dan perhatian pemerintah terkait kasus kekerasan terhadap anak.

Perlunya juga perhatian dan tidak abai dari tetangga jika ada kekerasan terhadap anak dan bisa langsung melaporkan komisi perlindungan anak Indonesia. Kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan dan berharga untuk menyelamatkan nyawa anak-anak yang mendapat dari kekerasan yang dilakukan oleh orang sekitar.

Karena abainya tetangga jika menemukan kekerasan anak bisa dijerat hukum pidana pada 59 Ayat 2 Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014. Tetapi sayangnya masyarakat banyak yang belum mengetahui bahwa abai dalam adanya kekerasan terhadap anak bisa dikenakan hukum pidana. Sikap tidak mementingkan sendiri masih menjadi pekerjaan rumah dalam bersosialisasi karena aturan hukum / regulasi mau tau ataupun tidak tahu bisa dihukum.

BACA JUGA:  Gubernur Banten Dukung KPK Usut Tuntas Kasus Lahan SMKN 7 Tangsel

Ini bisa menjadi perhatian penting jika masyarakat menemukan ada nya kekerasan terhadap anak bisa menelpon hotline yang di sediakan kemensos di nomor 1500771 jika masyarakat ingin melapor. Contoh kasus angeline (Bali) merupakan contoh abainya tetangga karena tidak tahu sama sekali terkait Angeline yang sudah meninggal akibat mendapatkan kekerasan dari orang tuanya sampai meninggal. Jadi bisa disimpulkan, untuk menekan kasus kekerasan terhadap anak memang perlu kerja sama semua pihak baik pemerintah, KPAI bahkan sampai tetangga dekat. (*)

 

Penulis :

Suryati, Mahasiswi FKIP-PPKn Universitas Pamulang Tangsel. **)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
50 %
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
50 %

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.