by

PDIP Sentil Koalisi Indonesia Maju Jalan Sendiri-sendiri, Benarkah Sudah Retak?

JAKARTA- Pengamat politik Ujang Komarudin melihat sindiran PDIP ini memperlihatkan internal koalisi Presiden Joko Widodo sudah jalan sendiri-sendiri. Sejumlah menteri dan partai sibuk menyiapkan diri untuk Pemilu 2024.

“Menteri-menteri sudah jalan masing-masing. Sudah sibuk jalan sendiri-sendiri. Dan partai-partai politik juga mengamankan diri masing-masing untuk persiapan 2024,” kata Ujang kepada wartawan, Kamis (11/11/2021).

Ujang menilai, seharusnya koalisi Jokowi menyolidkan barisan, bukan saling serang dan kritik. Sesama pendukung pemerintah harus menjaga soliditas.

“Sudah mulai saling serang dan kritik. Mestinya mereka semua menjaga soliditas sesama pendukung koalisi Jokowi-MA dan menjaga soliditas di kabinet,” ujarnya.

Namun, Ujang menilai pantas menteri yang sudah kampanye menggunakan ATM bank pemerintah mendapatkan kritikan dan mundur dari jabatannya. Dia menegaskan, ATM bank pemerintah tidak seharusnya menjadi alat kampanye.

BACA JUGA:  PKS Ngebet Mau Gratisin STNK Motor, Beneran Nih?

“Memang menteri yang kampanye di ATM perlu dikritik dan wajar jika PDIP memintanya mundur. Mestinya ATM jangan dijadikan alat kampanye oleh siapapun, dengan model dan cara apapun. Itu tak elegan. Walapun isinya berbicara tentang akhlak. Namun rakyat dan kita semua tahu arah menteri tersebut ke mana,” ujarnya.

Ketua DPP PDIP Said Abdullah menyindir menteri ekonomi yang tebar wajah di anjungan tunai mandiri (ATM) bank milik pemerintah. Said mengingatkan, menteri harus berkomitmen menyukseskan program presiden. Tidak ada visi misi menteri, sehingga aneh ada menteri yang tebar foto di layar ATM.

“Ingat sumpah jabatannya, sejak awal dilantik diminta berkomitmen membantu Presiden Joko Widodo, tugasnya menyukseskan program program presiden. Tidak ada visi misi menteri, yang ada adalah visi dan misi presiden, jadi aneh bila ada menteri menebar video dan fotonya di layar ATM bank bank pemerintah,” ujar Said kepada wartawan, Rabu (10/11).

BACA JUGA:  Masinton Sebut Jokowi Dikelilingi Amatiran

Said menyarankan, menteri tersebut sebaiknya bekerja dengan baik. Daripada malah sibuk dengan urusan di luar kementerian.

“Jadi kalau konsisten dengan tagline berakhlak, lebih baik istiqamah sebagai menteri, bekerja dan bekerja meninggalkan legacy yang bisa diteladani. Pemimpin itu satunya kata dan perbuatan, please fokuslah jadi menteri dan jangan tergoda pada mimpi-mimpi selain menteri,” katanya.

Ketua Banggar DPR RI ini menuturkan, menteri bidang ekonomi memiliki tanggungjawab besar menghadapi pandemi Covid-19. Akibat pandemi, jumlah rakyat miskin meningkatkan, pengangguran bertambah. Pertumbuhan ekonomi juga belum pulih meski sudah menunjukkan tren perbaikan dibandingkan tahun 2020.

BUMN juga mendapatkan tekanan kinerja karena dampak dari pandemi. Untuk itu sebaiknya menteri ekonomi sebaiknya fokus mengurusi masalah ekonomi daripada sibuk mengurus diri sebagai calon presiden 2024. (Dimas)

BACA JUGA:  Puan Maharani Bilang, Pandemi Momentum Pertumbuhan Ekonomi Hijau, Lha kok Bisa?
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.