by

Soal Tuduhan Gerakan Bersih-bersih MUI, Menkopolhukam Nge-twitt Begini

JAKARTA- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengajak publik tidak berpikir bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) perlu dibubarkan. Termasuk narasi provokasi bahwa pemerintah menyerang MUI melalui Densus 88.

Pernyataan Mahfud ini terkait reaksi sejumlah pihak atas tindakan Densus 88 Antiteror menangkap tiga terduga terorisme di wilayah Bekasi, Jawa Barat, Selasa(16/11). Ketiganya yakni Farid Ahmad Okbah (FAO), Anung Al-Hamat (AA) dan Ahmad Zain An-Najah (AZ) yang merupakan anggota MUI.

“Terkait dengan penangkapan 3 terduga teroris yang melibatkan oknum MUI, mari ‘Jangan Bepikir bahwa MUI perlu dibubarkan’ dan ‘Jangan memprovokasi mengatakan bahwa Pemerintah via Densus 88 Menyerang MUI’. Itu semua provokasi yang bersumber dari khayalan, bukan dari pemahaman atas peristiwa,” kata Mahfud dalam akun twitternya dikutip Sabtu (20/11/2021).

BACA JUGA:  Pasis Sespimti Polri Harus Punya Kesadaran terhadap Bahaya Infiltrasi Paham Radikal Terorisme di Lingkungannya

Sebelumnya Wasekjen MUI Ikhsan Abdullah mengatakan, Ahmad Zain An Najah yang ditangkap Densus 88 dan ditetapkan sebagai tersangka merupakan pengurus Komisi Fatwa MUI.

“Iya benar, jadi dia itu mewakili atau representasi dari Dewan Dakwah. Jadi di MUI itu kan memang representasi dari ormas-ormas Islam, beliau ini merupakan perwakilan dari Dewan Dakwah, itu yang kita tahu ya,” ujar Ikhsan kepada wartawan, Selasa (16/11)

Ikhsan mengaku, pihaknya akan merapatkan langkah selanjutnya untuk merespons hal itu pada malam ini. Pihaknya berjanji akan memberikan pendampingan hukum kepada yang bersangkutan.

“Bila diperlukan karena berkaitan dengan hak-hak hukum, bahwa yang bersangkutan diduga melakukan hal-hal seperti itu ya itu bagian dari penyelidikan dan penyidikan oleh Densus dan penyidik tentu nanti kan,” katanya. (Dimas)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.