by

Tahun Krusial Pencarian Kader Penerus Kepemimpinan Jokowi

Kaderisasi penerus kepemimpinan Jokowi untuk dekade 2024-2029 mendatang sudah mulai tergambar. Tokoh-tokoh baru mulai bermunculan seiring dengan kian panasnya bursa kandidasi calon presiden (capres) berbasis survei popularitas dan elektabilitas. Yang terbaru dan berpotensi menggebrak bursa kandidasi capres atau cawapres adalah Andika Perkasa.

Jenderal bintang empat dari matra elite TNI yakni Kopassus ini, hari-hari belakangan menjadi sorotan media mainstream lantaran ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai calon tunggal Panglima TNI. Ia dipilih Jokowi sebagai penerus kepemimpinan Marsekal TNI. Hadi Tjahjanto yang purna bhakti per bulan ini.

Sosok Andika Perkasa sebenarnya bukan tokoh yang baru kemarin sore muncul. Ia juga bukan tokoh militer kaleng-kaleng yang dikarbit jadi pemimpin oleh para pesohor. Ia memulai karirnya benar-benar dari perwira kelas bawah. Selain dikenal sebagai menantu Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Andika juga telah dicap sebagai perwira dengan segudang prestasi dan gebrakan selama menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Salah satu gebrakan yang booming dan mendapat apresiasi positif masyarakat umum adalah menghapus tes keperawanan dalam rekrutmen Kowad. Ini bukan gebrakan biasa. Konsepsi TNI adalah bagian dan milik bersama warga sipil di Indonesia benar-benar dilaksanakan Andika. Buktinya, masyarakat banyak yang tepuk tangan dan memberi acungan jempol.

BACA JUGA:  Tjahjo Kumolo: Andika Perkasa Sangat Memahami Jokowi

Peluang Andika di 2024

Yang patut dianalisis adalah peluang politik Andika Perkasa di Pilpres 2024 mendatang. Sebagai menantu orang terdekat Presiden Jokowi hari ini, Andika tentu memiliki peluang besar untuk menjaga panggung politiknya untuk dekade lima tahun ke depan. Memang, jabatan Panglima TNI yang akan ia emban hanya berjalan satu tahun ke depan.

Namun, peluangnya untuk tetap merawat estafet sejumlah jabatan politik terbuka sangat lebar. Pekerjaan besarnya, tentu Andika Perkasa dalam setahun ke depan harus mampu membuktikan kepada masyarakat bahwa ia bukan sekedar tokoh militer saja, namun juga agen perubahan dalam seluruh sendi sosial.

Banyak pos-pos kementerian dan lembaga yang bisa diisi Andika begitu ia purna dari kursi Panglima TNI. Di bidang akademik misalnya, ia juga bukan perwira sembarangan. Ia sukses menyabet gelar PhD dari The Trachtenberg School of Public Policy and Public Administration, Universitas George Washington (Washington D.C., AS). Tentu ini bukan jenjang pendidikan kaleng-kaleng. Ia, bisa dikatakan juga sebagai perwira akademisi yang diharap mampu memberikan perubahan fundamentalis untuk doktrinasi TNI.

BACA JUGA:  Jika Bima Arya Ditarik Jadi Menteri, Siapa Pendamping Dedie Rachim?

Modalitas pendidikan yang bagus, didukung sokongan politik yang kuat, tertanam dalam sosok Andika Perkasa. Bisa jadi, Andika adalah tokoh alternatif di Pilpres 2024. Siapa yang menyangka jika Andika hari-hari ini mulai dilirik sebagai ‘Kuda Hitam’ dalam pusaran politik nasional.

Sorotan partai politik memang belum terlalu mengarah pada Andika. Musababnya tentu lantaran ia masih aktif mengabdi sebagai prajurit. Di tengah pergulatan survei tokoh yang belakangan hanya dihiasi nama-nama lawas seperti Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan, sebenarnya publik mulai mencari-cari figur alternatif.

Militer, muslim dan nasionalis. Adalah figur yang kebanyakan dicari oleh masyarakat di Indonesia untuk dikader menjadi seorang pemimpin negara.

Masih ingat ketika Pak Harto lekas-lekas mendepak Ali Moertopo? Ali yang pelan-pelan mulai tenar di masyarakat mengusik ketenangan Pak Harto. Ia disinyalir mendesain diri untuk mengganti Pak Harto untuk menjadi Presiden RI. Lekas-lekas, Pak Harto kemudian menyingkirkan dengan cara tragis. Dikucilkan. Diberi jabatan yang tak memiliki pretensi manggung di dunia politik, Dewan Pertimbangan Agung (DPA). Ketakutan Suharto pada sosok militer muslim yang terkenal memang bukan hal baru.

Lalu bagaimana peluang Andika? Jebolan Akmil 1987 itu memiliki bekal yang purna sebagai figur penerus Jokowi. Muslim, militer, humanis dan berpendidikan tinggi. Soal rekam jejak, ia juga tak memiliki rapor merah dalam sejarah karirnya. Prestasi dan rekam jejaknya bisa dibilang moncer. Eksistensinya juga didukung oleh kapabilitas sang istri, Diah Erwiany.

Sosok perempuan tangguh yang memberi dukungan dalam perjalanan karir Andika. Lihatlah aksi-aksinya selama Andika menjadi KSAD. Nampaknya Andika Perkasa benar-benar menanamkan nilai patriotik dan kesosialan dalam diri sang istri. Figur yang komplet di tahun-tahun krusial pencarian kader pemimpin bangsa!. (*)

 

Analysis by Head Editorial,

Yuska Apitya Aji, S.Sos, M.H. ***)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
100 %
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.