by

Waspada Hoax: Budayakan Membaca Sampai Tuntas!

Membaca merupakan kebiasaan baik, dengan membaca dapat menambah ilmu pengetahuan dan memperluas  wawasan. Seperti pada pribahasa “Membaca Adalah Jendela Dunia”. Sayangnya, di jaman yang sudah serba modern seperti ini tingkat minat baca menjadi turun, tingkat membaca tidak hanya menurun pada usia anak saja, melainkan juga orang dewasa. Orang jaman sekarang memang sangat  update terhadap berita yang sedang viral di media sosial.

Tetapi mereka tidak teliti terhadap berita yang sedang viral itu. Kebanyakan hanya membaca judul dan langsung membagikan berita tersebut tanpa mencari tahu sumber kebenarannya. Tidak hanya itu, banyak orang menjadi salah paham hanya karena membaca  judul atau sebuah  tulisan, banyak yang meributkan hal tersebut hanya karena berbeda pemahaman, padahal jika kita teliti dalam membaca pasti kita akan paham terhadap maksud dan tujuan si penulis. Belakangan ini banyak muncul informasi atau berita palsu yang lebih dikenal dengan “hoax”.

Berita hoax tidak hanya sampai pada orang dewasa saja, tetapi juga oleh remaja bahkan anak-anak. Karena media sosial sangat dekat dengan generasi muda dan tidak dapat dipisahkan sebagai sumber informasi. Hal ini menjadi tanggungjawab orangtua untuk selalu mengawasi anaknya menggunakan media sosial. Jika tidak hati-hati menggunakan media sosial maka akan mudah termakan hoax tersebut. Lalu bagaimana cara kita terhindar dari berita hoax. Ada beberapa hal yang dapat mencegah kita terhasut berita hoax

BACA JUGA:  Kehangatan Bernegara di Nusa Tenggara : Okomama adalah Koentji

– Budayakan membaca

Kebanyakan orang hanya membaca judul saja, tidak membaca isi berita tersebut, padahal dengan membaca kita menjadi tahu berita itu sesuai atau tidak dengan judul, berita itu benar atau bohong.

– Hati-hati dengan judul

Berita hoax biasanya mengandung judul yang mengundang sensasi, karena itu berhati-hatilah apabila melihat judul yang mengandung kebencian.

– Cari informasi dari sumber yang terpercaya

Berita yang unik memang menarik. Namun, sebaiknya jangan buru-buru membagikan atau meng-upload ke media sosial dengan harapan akan mendapat banyak respon, komen dan like. Padahal kita harus berhati-hati karena zaman sekarang apapun bisa viral. Maka dari itu lebih baik cek terlebih dahulu di situs online resmi dan media terpercaya

BACA JUGA:  Mengembalikan Supremasi Positivistik Hukum Indonesia

– Jangan asal komentar dan share

Ada baiknya kamu menahan diri agar tidak berkomentar negatif saat melihat isu. Dan tahan jempol kita agar tidak meng-klik share ke media sosial lainnya. Pasalnya, menyebarkan berita hoax bisa membuat kita terseret hukum. Sekali lagi, budayakan membaca yuk! Mari bersama-sama kita perangi hoax agar terbebas dari berita bohong. (*)

 

Penulis:

Ratih Julia, Mahasiswa Unpam Tangsel. **)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.