by

Festival Membaca Perempuan II Sukses Digelar Online

BOGOR- Festival Membaca Perempuan adalah rangkaian kegiatan yang digagas Komunitas Perempuan Puisi sejak 2019. Lomba baca puisi yang seharusnya digelar secara luring, di 2021 ini diubah menjadi daring. Puisi-puisi yang dilombakan bertema perempuan sekaligus sebagai peringatan hari ibu 22 Desember setiap tahunnya.

Puisi yang menjadi pilihan peserta antara lain puisi Surat dari Oslo dan Manifesto (Toety Herati), Di Depan Meja Rias dan Hikayat Perempuan (Oka Rusmini), Arsitektur Perempuan (Widya Mareta), Perempuan dan Kereta (Gita Romadhona), Pengabdian (Leenda Madya), Aku Sangat Menyukai Ikan di Lautan (Rinidiyanti Ayahbi). Peserta bebas memilih puisi yang kemudian diunggah ke dalam Instagram masing-masing, penyisihan berlangsung sekitar tiga minggu, empat peserta terbaik tampil dalam pelaksaan webinar spesial hari ibu.

Webinar special ini bertema “Perempuan dan Panggung dengan menghadirkan pembicara yang merupakan praktisi seni dan teater, Kurnia S Wulansari. Acara yang dipandu oleh Eva Nurfatimah yang merupakan ketua Perempuan Puisi 2021-2023 ini berjalan sangat baik. Banyak peserta yang ingin bertanya terhadap pembicara terkait pementasan.

BACA JUGA:  Lomba Mural Kritik Polri, Kapolri: yang Paling Pedas Jadi Sahabat Saya

Iya, sapaan akrab dari Kurnia S Wulansari membagikan pengetahuan dan pengalamannya bertahun-tahun di atas panggung. Iya jawara nasional sebagai deklamator, aktor dan sutradara sekaligus penulis naskah.

“Laki-laki dan perempuan di atas panggung punya peran yang sama, tidak bisa disbanding-bandingkan, kemampuan perempuan dengan laki-laki sebanding, bagiamana perempuan di atas panggung bisa membius penonton, menjadi actor kah itu, menjadi penari kah itu, atau baca puisi kah itu, kita punya pengalamana yang berbeda. Bayangkan kalau sertaus kali pementasan, seratus kali juga kita jadi orang lain dan menemukan kekayaan dari diri kita,” tutur Iya yang juga berprofesi sebagai guru Matematika.

Ditambahkan oleh Iya, kunci kesuksesan seorang penampil adalah membaca naskahnya. “Baca berkali-kali, jangan takut eksplorasi diri, bagaimana intonasinya, gesturnya, mana yang paling dapat penghayatannya, berani dan yakin terhadap kemampuan kita, bermain dengan tulus, dengan hati, hasilnya mau bagus atau jelek ditangan penonton, yang penting mainkan, ‘pecahkan’.

BACA JUGA:  Pengurus Formasik Rajeg Tangerang Dilantik

Temukan karakter diri kita, karakter teksnya agar berkesan di mata dan hati penonton,” tambahnya.

Empat peserta yang terpilih di Lomba Baca Puisi Online ditampilkan dalam webinar “Perempuan dan Panggung”, peserta yang menjadi pemenang yaitu: juara 1 Silvia Dewi, juara 2 Himmatunnihayah, juara 3 Achie Ilyas, dan juara favorit Priscilia Nazifa Joehana.

“Dalam webinar ini, saya bukan hanya tampil dan bersyukur bisa terpilih menjadi juara, acara ini luar biasa karena dewan juri banyak membahas bagaimana cara membaca puisi yang baik dan benar, saya banyak dapat ilmu terutama tentang interpretasi sebuah puisi,” ucap Silvia Dewi juara 1 Festival Membaca Perempuan.

Webinar ini sekaligus menjadi penutup seluruh rangkaian Festival Membaca Perempuan II, Sampai jumpa lagi pada Festival Membaca Perempuan III. Perempuan puisi mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan ini, juga terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah mendukung, dan selamat kepada seluruh pemenang. Sampai jumpa pada Festival Membaca Perempuan III. (Eka Ardhinie)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.