by

Potret Pembangunan Manusia di Banten Sepanjang 2021

Secara umum, konsentrasi pembangunan di Provinsi Banten meliputi pengembangan sektor industri, infrastruktur, pertanian dan perkebunan, serta perikanan. Hal ini mengacu pada tujuan Pembangunan Nasional yang dijabarkan melalui pendekatan konsep pembangunan daerah. Pembangunan daerah telah dilakukan, aktivitas ekonomi di Banten beragam mulai dari sektor pertanian, pertambangan, perdagangan, industri, dan jasa lainnya. Namun, bagaimana dengan gambaran kualitas masyarakat di Provinsi Banten?

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI) menjadi ukuran yang dianggap relevan untuk menunjukkan kualitas hidup manusia suatu daerah ataupun suatu negara. IPM tidak hanya mengukur satu aspek melainkan juga melalui pendekatan multidimensi. IPM dapat menjelaskan indikator-indikator penting yang menjadi penentu kualitas hidup manusia seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

IPM disusun melalui tiga dimensi yang dianggap dapat merepresentasikan kualitas hidup masyarakat di suatu daerah. Dimensi pertama dicerminkan dari angka harapan hidup saat lahir (AHH), angka ini dapat menggambarkan umur panjang dan hidup sehat. Dimensi kedua dilihat dari angka harapan lama sekolah (HLS) dan rata-rata lama sekolah (RLS), ini menggambarkan kualitas pendidikan di suatu daerah yang bisa diakses oleh masyarakatnya. Dimensi terakhir yakni kesejahteraan, dicerminkan dari pengeluaran per kapita yang disesuaikan sehingga mampu menunjukkan standar hidup layak masyarakatnya.

Berdasarkan rilis Berita Resmi Statistik (BRS) Badan Pusat Statistik Provinsi Banten tanggal 1 Desember 2021, menunjukkan bahwa IPM Banten meningkat dari 72,45 pada tahun 2020 menjadi 72,72 pada tahun 2021. Hal ini berarti pertumbuhan atau kecepatan kemajuan pembangunan manusia selama tahun 2021 mengalami percepatan dibandingkan tahun sebelumnya. Hanya saja, status pembangunan manusianya masih tertahan pada level atau kategori “Tinggi” (70≤IPM<80).

BACA JUGA:  Timses, Politik Etis dan Demokrasi Imbal Jasa

Dengan IPM, bukan hanya memaknai pembangunan dari aspek ekonomi saja melainkan juga memahami kebahagiaan dasar masyarakat. Kebahagiaan dapat menjalani hidup dengan sehat, berumur panjang, pintar, mendapat ilmu pengetahuan, juga penghidupan yang layak. Dimensi kesehatan di IPM diwakili oleh umur harapan hidup. Bayi yang lahir di Banten pada tahun 2021 memiliki harapan untuk hidup hingga 70 tahun. Umur harapan hidup di Banten ini naik 0,06 tahun dari tahun 2020. Meskipun masih diliputi berbagai polemik, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terbukti signifikan berdampak terhadap angka harapan hidup.

Pada dimensi pendidikan, angka IPM menunjukkan bahwa anak-anak usia 7 tahun di Banten memiliki peluang menikmati pendidikan selama 13,02 tahun. Ini setara dengan bersekolah hingga Semester III di perguruan tinggi, atau setidaknya menamatkan pendidikan hingga lulus Diploma I. Angka ini masih dibawah rata-rata nasional (13,08 persen). Walaupun begitu, Harapan Lama Sekolah penduduk Banten meningkat dari 2020 ke 2021. Meningkatnya Harapan Lama Sekolah ini menjadi sinyal bahwa memang ada perbaikan pada sistem pendidikan di Banten. Kondisi yang demikian salah satu bukti bahwa semakin banyaknya penduduk yang dapat bersekolah.

Perubahan sistem pendidikan selama pandemi dari belajar luring menjadi daring tidak menyurutkan harapan lama sekolah anak-anak di Banten. Indikator rata-rata lama sekolah menunjukkan bahwa penduduk usia 25 tahun ke atas di Banten secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 8,93 tahun atau setara dengan pendidikan jenjang SMP kelas IX. Meskipun angka rata-rata lama sekolah meningkat sebesar 0,04 tahun jika dibandingkan tahun sebelumnya, yang berarti kualitas pendidikan penduduk Banten terus mengalami peningkatan. Hanya saja, peningkatan kualitas pendidikan dalam periode setahun terakhir ini terlihat lebih lambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini perlu kita renungi bersama, apakah bekal rata-rata lama sekolah yang dimiliki masyarakat Banten ini cukup untuk menjawab tantangan revolusi industri 4.0?

BACA JUGA:  Pemprov Banten Terima e-Government Award dari Kominfo

Rata-rata pengeluaran per kapita yang disesuaikan (Purchasing Power Parity atau PPP) masyarakat Banten sebesar 12 juta per tahun. PPP menunjukkan keseimbangan daya beli di antara masyarakat di wilayah yang berbeda. Masa pandemi memaksa setiap sektor ekonomi untuk beradaptasi segera jika tidak mau digerus oleh perubahan. Di tahun 2021, pertanian masih menjadi sektor pendorong bagi perekonomian Banten.

Apabila dilihat menurut kabupaten/kota, pencapaian pembangunan manusia pada tahun 2021 terlihat cukup bervariasi, dengan IPM tertinggi menjadi milik Kota Tangerang Selatan (81,60) dan terendah untuk Kabupaten Lebak (64,03). Kota Tangerang Selatan juga menjadi pemilik nilai tertinggi untuk setiap dimensi/komponen pembentuk IPM, sedangkan nilai terendah diduduki secara bergantian oleh Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang

Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, Umur Harapan Hidup saat lahir berkisar antara 64,76 tahun (Kabupaten Serang) hingga 72,47 tahun (Kota Tangerang Selatan). Sementara pada dimensi pengetahuan, Harapan Lama Sekolah antara 11,98 tahun (Kabupaten Lebak) hingga 14,66 tahun (Kota Tangerang Selatan), serta Rata-Rata Lama Sekolah antara 6,41 tahun (Kabupaten Lebak) hingga 11,82 tahun (Kota Tangerang Selatan). Adapun, Pengeluaran per Kapita Disesuaikan berada pada kisaran 8,6 juta rupiah per tahun (Kabupaten Pandeglang) hingga 15,8 juta rupiah per tahun (Kota Tangerang Selatan). Selain dari sisi pencapaian, variasi juga terlihat dari kecepatan atau pertumbuhan IPM-nya. Tercatat, Kabupaten Tangerang tumbuh 0,51 persen, sehingga menjadi daerah yang pembangunan manusianya mengalami kemajuan paling pesat. Kemajuannya itu didorong oleh cepatnya perbaikan pada dimensi pengetahuan dan dimensi standar hidup layak. Sementara yang paling lambat adalah Kabupaten Lebak, yang lebih banyak dipengaruhi oleh lambatnya perbaikan pada dimensi pengetahuan dan dimensi standar hidup layak.

BACA JUGA:  Nilai Tukar Petani Banten dan Peranan e-Commerce di Masa Pandemi

Perlambatan angka IPM ini menunjukkan bahwa masih diperlukannya pembenahan dari tiga dimensi pembangunan kualitas hidup manusia yang meliputi kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Caranya yaitu dengan perencanaan pembangunan daerah yang terarah untuk meningkatkan kualitas ketiga dimensi tersebut. Sebagai contoh, alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten untuk bidang pendidikan dapat lebih dioptimalkan sehingga masyarakat mampu mengakses pendidikan dengan lebih baik.

Bentuk konkret lain dari upaya peningkatan IPM adalah dengan ketersediaannya lapangan pekerjaan untuk masyarakat Banten sendiri. Upaya ini akan meningkatkan perekonomian sehingga masyarakat mampu menaikkan standar hidupnya dan dimensi kesejahteraan pun dapat ditingkatkan.

Pada perencanaan pembangunan, IPM berfungsi memberikan tuntunan untuk menentukan prioritas dalam merumuskan kebijakan dan menentukan program. Jadi, IPM bukan hanya sekadar angka, melainkan salah satu potret pembangunan di suatu daerah apakah masyarakat menikmati pembangunan tersebut atau justru tidak. Begitupun halnya di Provinsi Banten, potret pembangunan di Banten selama tahun 2021 ini apakah telah dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Banten ataupun masih ada yang belum menikmatinya? (*)

 

Penulis:  Septiarida Nonalisa, Fungsional Statistisi BPS Provinsi Banten. **)

 

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
100 %
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.