by

Ridwan Darmawan: PDIP Parpol Besar, Wajar Banyak Berita Pesanan untuk Menyerang

TANGSEL- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PDIP ke-49 yang jatuh pada 10 Januari 2022 ternyata dijadikan momentum sejumlah politisi untuk mengkritik dan mencibir kinerja partai besutan Megawati Soekarnoputri itu. Salah satu yang kena nyinyir adalah Fraksi PDIP DPRD Tangsel. Namun, kritik dan nyinyir ini dibantah tegas oleh Ketua Fraksi PDIP DPRD Tangsel, Putri Ayu Anisya.

Putri mengatakan, sebagai partai ideologis, PDIP menanamkan nilai-nilai keprihatinan di tengah kondisi krusial di masa pandemi.

“Kami menjalankan tupoksi sesuai amanat undang-undang. Konsistensi ini kami buktikan dengan monitoring semua dapil. Pengurus hingga tingkat ranting juga jarang tidur untuk memantau dan menyerap aspirasi masyarakat bawah,” kata Putri.

BACA JUGA:  Paulus Waterpauw Geser Tugas, dari Kabaintelkam ke Deputi di Kemendagri

Advokat dan aktivis PBNU, Ridwan Darmawan menilai, sebagai parpol besar yang memenangi kontestasi pemilu dua kali berturut-turut, sangat wajar jika PDIP mendapat sorotan.

“Itu bukti bahwa PDIP sudah hadir di tengah masyarakat. Berarti kerja kadernya mengancam eksistensi kader partai lain. Apalagi sekarang, media dengan mudah menerima pesanan kritik dari kader parpol. Saya pikir kinerja kader PDIP di DPR, DPRD baik provinsi dan kota/kabupaten di Indonesia sudah bagus. Buktinya, pandemi kemarin banyak bantuan turun,” kata dia.

Ridwan mengatakan kader-kader PDIP di tingkat daerah harus bisa memahami bahwa ada dua partai oposisi yang tengah menjadikan PDIP sebagai musuh bebuyutan.

“Ya, kita tahu lah parpol mana itu. Ya, publik bisa menilai. Yang mengkritik kan pasti yang tidak suka PDIP bekerja dengan baik dan berjaya di tengah masyarakat,” kata dia. (yus)

BACA JUGA:  Patut Dicontoh, Anggota Dewan di Bogor Bagi-bagi Mie Instan untuk Ringankan Warga Selama Isolasi Corona
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
100 %
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.