by

Tangsel Jadi Sarang Prostitusi Anak, Putri Ayu Anisya: Pemkot Harus Lindungi Korban

TANGSEL- Satpol PP dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kota Tangsel, mengamankan sejumlah pasangan bukan suami istri di Hotel Reddoorz, Ciputat. Tak hanya itu, petugas juga menciduk 11 perempuan yang diduga Pekerja Sek Komersil (PSK) dari rumah kos-kosan kawasan Pamulang.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan secara marathon oleh petugas Pol PP Tangsel , 7 dari 11 perempuan yang diduga menjalani prostitusi secara online itu, diketahui masih berada di bawah umur.

Menyikapi kasus ini, Anggota Komisi ll DPRD Tangsel yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Tansel, Putri Ayu Anisya menyebutkan bahwa, jika dugaan prostitusi yang melibatkan anak dibawah umur, hal itu sudah termasuk kategori pidana dengan sanksi pasal berlapis.

BACA JUGA:  Geger Arteria PDIP dengan Perempuan di Bandara, Nasdem Bilang Begini

“Perlu tindakan hukum untuk mengusut kasus ini oleh aparat, terutama aparat kepolisian. Terhadap korban, Pemkot Tangsel perlu meresponnya dengan perlindungan dan penanganan,” kata Putri di Serpong, Jumat (14/1/2022).

Menurut Putri, dengan adanya kasus seperti ini, Pemkot Tangsel perlu melakukan investigasi lebih intensif. Sebab, kasus tersebut kemungkinan bisa saja terjadi di lokasi lain yang selama ini belum terungkap. Meski begitu, dalam kasus tersebut perlu juga di dalami modus, pola, dan penyebabnya agar bisa di sinergikan dengan treatment program yang ada di Pemkot Tangsel.

“Jangka pendeknya, Pemkot Tangsel fokus pada korban dan polisi pada tindakan hukumnya,” ujarnya.

Dia pun menyayangkan kasus dugaan prostitusi yang melibatkan anak dibawah umur tersebut harus terjadi di Kota Tangsel. Dia pun menyarankan agar semua pihak, agar selalu memperhatikan lingkungan tempat tinggal masing-masing.

BACA JUGA:  Sukses Bongkar Bisnis Esek-esek, Andre Rosiade Gerindra Bilang Begini...

“Yang pasti, kasus seperti ini jangan sampai terjadi lagi di Tangsel. Juga jadi pelajaran besar dan tantangan besar bagi Pemkot dan masyarakat Tangsel betapa rentan dan rawannya kasus yang terkait dengan anak,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Seksi PPNS Kota Tangsel Muksin Alfahri mengungkapkan, hasil operasi pekat yang menyisir hotel Reddoorz, Ciputat, didapati 6 muda-mudi yang bukan pasangan sah. Selain di Ciputat, petugas juga mengamankan 15 perempuan dan 9 orang laki-laki dari rumah kos-kosan kawasan Pamulang.

“Setelah kami lakukan pemeriksaan, terindikasi 11 perempuan (PSK) yang beroperasi secara online atau BO (booking order),” kata Muksin melalui pesan suara yang diterima wartawan, Jumat (14/1/2022).

Muksin jelaskan, ke 11 perempuan yang disinyalir sebagai PSK BO itu, 7 orang diketahui masih dibawah umur. Sementara 4 orang lagi, berusia diatas 18 tahun. Dari dalam kamar yang dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan kondom dan alat kontrasepsi.

BACA JUGA:  Apa! Bu Mega Diminta Nyapres Lagi??

“Rata-rata mereka perhari itu, melayani 2 sampai 3 laki-laki yang dilayani dengan tarif Rp 500 ribu untuk sekali…. ya begitulah,” kekeh Muksin. (yus)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.