by

Penyebab Perang Ukraina yang Disembunyikan: Perspektif Putin dan Zelensky

Serangan Rusia terhadap Ukraina pada 24 Februari 2022 mengejutkan dunia. Eropa dan NATO tak mampu mencegah Ukraina porak-poranda. Militer Ukraina lumpuh. Aksi serangan terukur Rusia mampu menguasai atau merusak obyek vital sipil dan militer.

Beberapa hari ini mulai terjadi berbagai laporan saling tuduh antara Rusia dan Ukraina. Ukraina menuduh pasukan Rusia terus menggempur kota-kota yang seharusnya gencatan senjata sementara diberlakukan. Untuk tujuan memberi kesempatan warga Ukraina mengungsi.

Sebaliknya Rusia menuduh pasukan ekstrimis dan ultranasionalis melakukan sabotase; seperti Rusia menguasai pembangkit nuklir Zaporizhzhia, yang sebelumnya terbakar. Tidak jelas yang membakar, sebagai obyek vital pasukan Rusia membutuhkan energi dan pemanas di musim dingin.

Pasukan Rusia juga membutuhkan bahan bakar. Kini mulai banyak depo bahan bakar, pompa bensin dibakar. Pun ini tidak jelas pelakunya, karena baik Ukraina maupun Rusia membutuhkan bahan bakar untuk bertahan. Pasokan gas dan pipa gas ke Eropa yang melewati Ukraina pun dijaga tetap bisa memberikan pasokan bahan bakar.

Melihat pertempuran dan serangan di berbagai kota, termasuk wilayah awal sebagai sengketa, yakni wilayah timur Ukraina, Donbass, serta pola strategi perang Vladimir Putin, dan perlawanan sporadis yang berbasis relawan oleh Ukraina, yang disebut oleh AM Hendropriyono sebagai street fighting, perang di jalanan.

Strategi perang dan pertempuran Ukraina dan Rusia didasari oleh kekuatan militer, geopolitik, geostrategi, latar belakang sosio-kultural yang menyebabkan terjadinya konflik. Penerapan strategi perang ini memiliki latar belakang yang mencengangkan.

Delapan tahun lalu dunia menyaksikan peristiwa-peristiwa tragis di pusat kota Kiev. Peristiwa-peristiwa tersebut mencapai puncaknya dengan terjadinya kudeta berdarah, yang mengejutkan seluruh Ukraina. Ini memicu pemisahan diri Krimea dari Ukraina, konflik bersenjata di Donbass, dan mencapai puncaknya, yakni terjadinya serangan Rusia ke Ukraina pada tanggal 24 Februari 2022.

Ukraina mengalami krisis berskala besar. Krisis makin dalam karena negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat, memiliki kepentingan besar di Ukraina.

Apa yang terjadi di Ukraina selanjutnya menyebabkan ketegangan politik yang chaos, liar, pembangkangan hukum, dan bangkitnya ultranasionalisme dan neo-Nazi di Ukraina. Upaya aktif untuk mendistorsi kebenaran dan menyembunyikan fakta, dan penyebaran hoaks dilancarkan pada saat yang bersamaan.

Bertebaran narasi tentang pelanggaran hak asasi manuasi (HAM), genosida di Donbass, glorifikasi neo-Nazi, glorifikasi Nazisme, neo-Nazi dan radikalisme, pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat, kepercayaan dan agama, diskriminasi etnis dan bahasa. Tak terkecuali terjadi persekusi terhadap media dan jurnalis independen, termasuk upaya memalsukan dan mengaburkan sejarah.

Banyak pelanggaran HAM dan kejahatan perang terjadi di Ukraian yang terjadi, sejak kudeta 2014, sebelum serangan Rusia ke Ukraina 24 Februari 2022. Data-data objektif dari tangan pertama memberikan banyak kesaksian. Kilat.com mendapatkan informasi objektif yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pemerintah Ukraina dituduh oleh masyarakat Ukraina yang berbahasa Rusia tengah menerapkan kebijakan Rusiafobia, menciptakan rasa kebencian terhadap kebudayaan dan warga Ukraina beretnik Rusia, sehingga Putin berbalik menuduh terjadi glorifikasi terhadap para pendukung Nazi.

Salah satu tuduhan Putin adalah karena Ukraina mengakui para pengikut nazi yang telah diadili di Nurenberg, yakni pengadilan yang mengadili para pelaku kejahatan pada Perang Dunia II, sebagai pahlawan.

Putin melihat adanya upaya secara sistematis dari pemerintah Ukraina untuk menerapkan ideologi ultranasionalis dan kecenderungan Ukraina berkiblat ke Eropa dan Euro Atlantik.

Kesaksian seorang penduduk kota Kuibichev di Donets, yang menyatakan pada April 2015 terjadi serangan terhadap sebuah pabrik, pompa bensin, dan peternakan ayam yang menyebabkan 60 orang tewas. Padahal di situ tidak ada instalasi militer dari Donbass.

Menurut laporan Kantor Komisi Tinggi HAM PBB (UNHCR), 14 ribu lebih warga Donbass tewas akibat konflik di Donbass. Jatuhnya banyak korban disebabkan oleh serangan di permukiman yang dilakukan oleh tentara Ukraina dan unit-unit para militer neo-nazi. Diantara korban tewas terdapat 152 anak-anak.

BACA JUGA:  DPRD Kota Bogor Rakit Perda Makam dan Santunan Gakin, Ini Tujuannya...

Banyak ditemukan kuburan massal di Donbaass. Masyarakat mendirikan monumen untuk mengingat para korban kekerasan dari pasukan pemerintah Ukraina.

Pada malam 6 Juni 2014, tentara Ukraina menembaki sebuah mobil yang dikendarai oleh sebuah keluarga di Belozyoskoye yang menyebabkan Ruslan Mamekhanov dan, anak perempuannya Irina Mamekhanov meninggal dunia.

Pada 13 Agustus 2014, pesawat Ukraina menembaki anak-anak yang sedang bermain di pantai Donbass. Pada 3 April 2021, tentara Ukraina melanggar gencatan senjata dan menyerang pinggiran Donets. Tentara Ukraina menggunakan senjata berat dan drone untuk memyerang daerah pemukiman. Sebuah proyektil meledak disebuah rumah di pinggiran desa Alexandrovka menewaskan gadis mungil berusia 4 tahun dan melukai neneknya yang berusia 66 tahun.

Serangan-serangan sitematis terhadap infratuktur sipil dan pemukiman oleh tentara Ukraina menjadi catatan hitam bagi warga lokal dan juga para jurnalis, dan para pengamat dari Organisasi Kerjasama Keamanan Eropa (OSCE) yang memantau misi di Ukraina.

Dan, serangan-serangan terhadap masayarakat sipil berlanjut sampai 8 tahun. Kekerasan yang menjurus ke genosida. Kejadian paling memprihatinkan terjadi pada 2 Mei 2014, ketika neo-nazi, ultranasionalis Ukraina melakukan pembantaian terhadap siapa pun yang menentang kudeta. Kelompok ultranasionalis menyerang dan membakar kantor dewan daerah.

Para penghuni gedung yang mencoba untuk keluar dari dalam gedung, yang selamat dari ledakan, ditembak di tempat. Puluhan warga Odessa terbakar hidup-hidup dan ratusan orang luka-luka.

Sayangnya, tindakan-tindakan kekerasan yang dilakukan oleh neo-Nazi ini luput dari pengamatan dan juga para pelaku tidak dihukum.

Vladimir Putin melihat adanya glorifikasi Nazi-isme dengan memaparkan bukti-bukti yang disampaikan oleh warga Donbass , antara lain; sebuah sekolah di Dobromil, District Lvov Oblast, mengambil nama Stepan Bandera pemimpin organisasi nasionalis Ukraina. Lalu diibangun sebuah tugu peringatan di Nemirov, Distrik Vinitsa Oblast, untuk mengenang pasukan polisi Ukraina yang bertanggung jawab atas persekusi terhadap warga Yahudi. Klub sepakbola warga Ukraina di Prancis mengambil nama Stepan Bandera. Di Kalush, District Ivano-Frankovesh Oblast, berdiri patung untuk mengenang Yuri Garasimov seorang kolaborator Nazi dan anggota pasukan Divisi ke-14 Waffen SS Galatchina (baca: galashina).

Pawai obor besar-besaran dilakukan oleh neo-Nazi dari anggota pasukan Batalyon Azov pada 11 Desember 2016. Pada September 2018 juga dilakukan hal yang sama. Dan, yang lebih mengejutkan, pemerintah Ukraina memberikan penghargaan kepada para kolaborator atau pendukung Nazi dari unit tempur organisasi nasionalis Ukraina yang didirkan oleh pengikut Stepan Bandera.

Para pengikut ultranasionalis Ukraina ini terlibat aktif dalam kekerasan di Chechnya yang melibatkan para anggota gangster bersenjata dalam konflik Chechnya.

Glorifikasi terhadap Nazi semakin gencar. Puncaknya, ketika Fasily Nakonechny seorang veteran anggota pasukan divisi ke-14 Waffen SS Galatchina diberi penghargaan di Kota Kalush Ivano-Frankovesh Oblast pada Juni 2019.

Pemerintah Ukraina terus mendirikan banyak monumen untuk para kolaborator pendukung Nazi dan juga para bekas kolaborator yang masih hidup diberi penghargaan.

Setiap tahun pada tanggal 1 Januari, pawai obor dilakukan oleh kaum radikal di Kiev dan kota -kota lainnya untuk merayakan kelahiran Stepan Bandera.

Tentara Perlawanan Ukraina (UPA) adalah satuan bersenjata anti Uni Soviet yang selama Perang Dunia II, aktif di bagian barat Ukraina. Pada saat itu rezim Nazi Jerman menjanjikan kepada pasukan UPA bahwa suatu saat mereka bisa mendirikan negara Ukraina sendiri jika Nazi memenangi perang.

Pada Juli 2021, draf resolusi perayaan 80 tahun dibentuknya UPA diserahkan kepada Verkhovna Rada (Parlemen Ukraina).

Organisasi ultranasionalis Stepen Bandera, Tryzup menjadi tulang punggung asosiasi sayap kanan, organisasi sayap kanan radikal yang didirikan saat terjadi gelombang demonstrasi pada November-Desember 2013.

Divisi Missantropis sebuah organisasi kombatan internasional yang kebanyakan anggotanya adalah jaringan neo-Nazi Ukraina dengan atribut Nazi seperti Swastika, SS, dan seragam Wehrmacht dan bergerak dengan slogan pro-Nazi dan anti-Rusia.

BACA JUGA:  Ketika Ganjar, Gibran dan Bima Arya Bertemu

Una Unso, sebuah partai nasionalisme integral dan anti-Semit menjadi bagian dari partai politik sayap kanan yang dibentuk dengan platform yang sama. Pasukan Resimen Operasi Khusus Azov, menjadi underbow pasukan Garda Nasional Ukraina, adalah merupakan unit kaum ultranasionalis yang sangat populer di Ukraina saat ini.

Resimen khusus ini dibentuk dari kalangan para relawan ultranasionalis pada Mei 2014 di Kota Mariupol. Para anggota garis keras neo-Nazi yang disebut sebagai Dewan Nasional Sosial dan Patriotik Ukraina, dilarang di Rusia.

Para pendemo pada tahun 2014 di Ukraina termasuk para anggota Batalyon Azov, bersumpah setia kepada pemerintah Ukraina di lapangan Soviyskaya di Kiev, sebelum dikerahkan ke Donbass. Woffsangel menggunakan atribut Divisi Kedua Panser SS Nazi Jerman.

Rezim Kiev terus mendorong kebijakan mempersekusi gereja Ortodoks Ukraina, organisasi keagamaan terbesar di Ukraina yang tercatat memiliki 12 ribu keuskupan. Perwakilan pemerintah lokal sering mengambil bagian dalam mendorong semakin menguatnya organisasi-organisasi ekstrimis sayap kanan Ukraina untuk terus melakukan persekusi terhadap gereja.

Pada 4 Aril 2021 kaum radikal merampas sebuah gereja di desa Pripuni (wilayah Chernivtsi). Banyak kejadian-kejadian lain, seperti pada 9 Mei 2021 gereja Ortodoks diambil alih oleh kaum nasionalis dengan bantuan pejabat setempat.

Pada 12 Desember 2020, ada upaya untuk pengambilalihan gereja di desa Mikhailcha wilayah Chernivtsi.
Banyak keprihatinan disampaikan oleh organisasi LSM internasional terkait dengan konflik perebutan gereja yang dilakukan oleh kaum neo-Nazi.

Pemerintah Zelensky memaksakan dilakukan Ukrainaisasi yang mengakibatkan terjadinya diskriminasi terhadap penduduk Ukraina berbahasa Rusia. Sejak 2017, pemerintah melarang penggunaan bahasa Rusia oleh para pejabat publik selain bahasa Ukraina termasuk dalam dunia pendidikan dan media massa.

Pada September 2017, disahkan peraturan bahwa Bahasa Ukraina menjadi satu-satunya bahasa pengantar yang digunakan dari seluruh tingkatan pendidikan di Ukraina, dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Bahasa minoritas digunakan di sekolah-sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD), terkecuali bahasa Rusia.

Pada April 2019 dibuatlah undang-undang untuk mewajibkan penggunaan Bahasa Ukraina di seluruh kehidupan sosial, kecuali untuk komunikasi pribadi dan kegiatan keagamaan. Dengan demikian Bahasa Rusia yang menjadi Bahasa komunikasi mayoritas masyarakat Ukraina mengalami diskriminasi.

Pada Januari 2022, pasal 25 Undang-undang Ukraina menetapkan pemberlakuan bahasa Ukraina sebagai bahasa negara di media tulis secara paksa.

Kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh Zelensky terkait peraturan-peraturan tersebut di atas, menurut Zelensky adalah sebagai upaya untuk menguatkan nasionalisme Ukraina. Sementara Putin menganggapnya sebagai upaya untuk menjauhkan diri dari pengaruh dan sejarah Rusia. Pada saat yang bersamaan Uni Eropa dan NATO, serta Amerika Serikat memiliki berbagai kepentingan untuk memertahankan hegemoni Eropa, dan NATO.

Kebetulan, Presiden Ukraina Volodymir Zelensky memiliki kecenderungan untuk pro-Barat.Untuk menguatkan pemerintahan pro-Barat-nya, Zelensky menunjuk teman-temannya sebagai pejabat publik di Ukraina. Andrey Yemark ditunjuk sebagai Kepala Kantor Staf Presiden. Dia adalah seorang produser film komedi. Kepala Administrasi Kepresiden dijabat oleh Andrey Bodeen seorang pengacara di industri hiburan.

Seorang penulis script lawakan diangkat menjadi Kepala Penasihat Kebijakan Presiden Sergey Sheffye. Bos sebuah perusahaan film komedi Ivan Bhakanov ditunjuk sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen tertinggi Ukraina. Sergey Shivoko, teman main film Zelensky dan juga seorang pelawak, diangkat menjadi Penasihat Senior Komite Pertahanan Nasional Ukraina.

Selain itu, Ulana Nadia Suprun yang lahir di Amerika serikat dan dinaturalisasi tahun 2013 diangkat menjadi Menteri Kesehatan pada 2016. Selain itu, terdapat beberapa orang seperti Menteri Keuangan mempunyai dwi-kewarganegaraan Amerika Serikat, Menteri Kesehatan memiliki dwi-kewarganegaraan Geogia selain Ukraina. Selain itu Menteri Perekonomian dijabat juga oleh orang berkewarganegaraan ganda Lituania-Ukraina. Bahkan mantan Presiden Georgia diangkat menjadi Gubernur Odessa.

Terkait dengan seluruh persitiwa di atas sejak diambilalihnya Krimea oleh Rusia dan konflik internal dan kekerasan di Donets dan Luhanks, di mana di kedua wilayah tersebut berdasarkan Perjanjian Minks, akan diselesaikan. Perjanjian Minks tersebut tidak pernah terlaksana, sementara peristiwa-peristiwa kekerasan bersenjata terus berlangsung.

BACA JUGA:  Diskursus Politik dan Intelektual Publik

Presiden Zelensky menganggap penyelesaian konflik di Donbass adalah berupa integrasi Donbass dalam wilayah Ukraina, sementara Presiden Putin dan kaum separatis di Donets dan Luhansk menganggap Perjanjian Minks sebagai upaya penentuan nasib sendiri yang menuju kepada kemerdekaan.

Akibat terjadinya perbedaan persepsi terkait substansi dan akhir dari Perjanjian Minks di mana Zelensky berupaya memertahankan wilayah Donets dan Luhanks, sementara Rusia atau Vladimy Putin tidak sabar melihat kekerasan yang terus terjadi di wilayah Donets dan Luhanks.

Dalam geopolitik dan geostrategis Eropa, Ukraina memiliki keunggulan dan kekuatan teknologi tinggi termasuk teknologi nuklir paling unggul di dunia, peninggalan Uni Soviet. Rusia menganggap kecenderungan Zelensky yang pro-Barat dan NATO merupakan ancaman di depan halaman rumah Rusia yang tidak boleh dibiarkan.

Apalagi, munculnya ultranasionalis dan neo-Nazi di Ukraina menurut Putin adalah suatu ancaman terhdap eksistensi masyarakat berbahasa Rusia di Ukraina bukan hanya di Donbass maupun Luhanks, tetapi di seluruh wilayah Ukraina.

Di pihak lain,NATO yang memiliki perspektif pertahanan juga melihat sisi strategis Ukrina tersebut sehingga mendorong Ukraina untuk berintegrasi dengan Eropa Barat, walaupun Rusia menganggap masuknya Ukraina ke Uni Eropa apalagi masuk NATO, merupakan pelanggaran berat. Dan, Putin menganggap Zelensky dan NATO menyeberangi red line, garis merah.

Berbagai narasi dibangun oleh NATO, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang menyatakan dukungan terhadap Ukraina dalam Perang di Ukraina.

Presiden Zelensky menganggap dukungan Barat sebagai dukungan real terhadap Ukraina. Presiden Puitn melakukan strategi perang psikis (psy-war) dengan menempatkan pasukan di perbatasan Luhanks dan Donets. NATO dan Joe Biden menganngap Rusia sedang memersiapkan invasi ke Luhanks dan Donets.

Pemerintahan Zelensky terus merapat ke Barat, Kanselir Jerman yang memiliki kepentingan ekonomi berusaha mencegah terjadinya perang karena terkait dengan pasokan gas, pipa Nord Stream 2 yang akan menjamin pasokan gas murah dari Rusia, yang selama ini sepertiga kebutuhan energi Eropa Barat dipasok oleh Rusia.

Dunia Barat, sebelum terjadinya invasi Rusia sudah memersiapkan sanksi-sanksi ekonomi dan keuangan terhadap Rusia. Vladimir Putin memahami seluruh peta geopolik dan geostrategis dan strategi perang dan pertempuran, maka secara tiba-tiba setelah sepekan menyatakan bahwa Rusia menarik pasukan dari perbatasan dengan Ukraina di Luhanks dan Donets, Rusia pada tanggal 24 Februari 2022 menginvasi dari seluruh penjuru Ukraina. Termasuk serangan udara dari wilayah barat daya dan utara di atas wilayah udara Belarus. Serangan Rusia melumpuhkan puluhan instalasi militer, bandar udara, pangkalan militer, pangkalan angkatan udara, yang menimbulkan kepanikan bagi warga sipil.

Kini, perang di Ukraina menjadi semakin dalam dan kompleks yang melibatkan berbagai kepentingan ekonomi, politik, geopolitik, dan geostrategis NATO dan Rusia. Ujung dari perang di Ukraina ini masih sulit ditebak karena adanya berbagai macam kepentingan Zelensky, NATO, ekonomi Eropa Barat, dan pentingan geopolitik dan geostrategis Rusia.

Banyak analis memandang, perang Ukraina akan megubah tatanan dunia baru. Pasca perang Ukraina, Timur menjadi pemimpin dunia. Bukan lagi Barat. Seperti yang disampaikan oleh Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen (STIN) Jenderal TNI Purnawirawan AM Hendropriyono. (*)

 

*) Ninoy Karundeng, pegiat media sosial dan pengamat politik.

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.