by

Tangsel Darurat Kekerasan Seksual, Putri Ayu Anisya Desak Pemkot Tangsel Sigap Pulihkan Korban

TANGSEL- Anggota Fraksi PDIP DPRD Tangsel, Putri Ayu Anisya menyebut Tangsel dalam kondisi darurat kekersan seksual. Menurutnya, tingginya data kasus kekerasan seksual di Tangsel adalah akibat dari takutnya para korban untuk melapor ke polisi.

“Kita berupaya mendorong agar masyarakat dan atau keluarga korban berani menyuarakan kondisi ini kepada aparat agar diusut tuntas dan bagi pelaku mendapatkan efek jera serta bagi korban dapat perlindungan dan pendampingan. Nah, seharusnya saluran laporan ini responsif agar tuntas dan memberikan keadilan bagi korban. Jika memang benar respon lambat khawatirnya akan berdampak buruk bagi psikologi korban dan kepercayaan publik,” kata Putri.

Putri juga mengatakan, rendahnya responsibilitas aparat kepolisian untuk mengusut kasus-kasus kekerasan seksual semestinya menjadi perhatian pemerintah.

BACA JUGA:  Wali Kota Tangerang Keliling Saat Malam Tahun Baru, Kondisi Aman Kondusif

“Kami meminta Pemkot Tangsel, terutama dinas Pemberdayaan perempuan dan anak, atau satgas untuk melakukan proses advokasi dan pendampingan,” kata dia.

Seperti diketahui, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangerang Selatan, mendampingi AJ (12), anak korban pelecehan seksual membuat laporan polisi hari ini, Rabu 11 Mei 2022. Selanjutnya, korban akan diberikan pendampingan psikologis oleh P2TP2A Tangsel, untuk menghilangkan rasa trauma yang dialami paska peristiwa pelecehan yang korban alami dari tetangganya itu.

“Benar, hari ini tim P2TP2A Tangsel, memberikan pendampingan kepada korban dam keluarganya untuk membuat laporan Polisi,” kata Kepala UPT P2TP2A Tangsel, Tri Purwanto, kemarin.

Selanjutnya, pada Kamis, 12 Mei besok, P2TP2A akan memberikan layanan psikolog kepada korban karena berdasarkan keterangan orang tuanya, korban anak masih mengalami trauma.

“Nanti proses hukumnya kita dampingi dan kita berikan pelayanan psikolog,” kata dia.

BACA JUGA:  Skrining Covid-19 di Tangerang Dipusatkan ke Sekolah-sekolah

Tri menuturkan, AJ, sebelumnya diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh tetangganya berinisial SR, 43, pada Kamis, 5 Mei 2022 kemarin.

Hal itu, diketahui oleh keluarganya, setelah ibu korban mencari keberadaan AJ, yang berjam – jam tidak pulang ke rumah setelah pergi bermain. Dan melihat sandal korban berada di salah satu rumah tetangganya.

“Lalu ibu korban langsung mengetuk-mengetuk rumah pelaku, namun pelaku tidak membukakan pintu rumahnya. Ibunya hanya mendengar suara teriakan anaknya dari dalam rumah,” ujar Tri.

Karena lama tidak dibukakan pintu, ibu korban memanggil ayah dan kakak korban untuk memjemput putrinya itu kembali ke rumah. Setelah dibuka, korban langsung dibawa kakanya dan pelaku kata Tri, terlihat biasa saja, seperti tidak terjadi sesuatu.

BACA JUGA:  Modus Bejat Pegawai Kelurahan di Tangsel Cabuli Siswi Magang: Ditawari Jadi Pegawai Pak Lurah

“Menurut pengakuan korban, bagian sensitifnya di pegang- pegang dan di gesek-gesekan. Sehingga menurut keterangan keluarga korban mengalami luka,” lanjut Tri. (dm)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.