by

BRIN Dorong Terbentuknya Science Center di Kebun Raya Daerah

JAKARTA- Membangun jejaring pengelola kebun raya merupakan modal strategis dalam mendorong upaya konservasi ex situ tumbuhan di Indonesia. Hal ini didukung dengan keseriusan BRIN yang dibuktikan dengan menyiapkan pengganti Peraturan Presiden Nomor 93/2011 terkait Kebun Raya. Kamis (29/7)

Dalam perubahan Perpres tersebut, BRIN juga mendorong terbentuknya science center di kebun raya daerah. Pembinaannya berada di bawah koordinasi Kedeputian Bidang Pemanfataan Riset dan Inovasi BRIN. Sehingga kebun raya tidak hanya berfungsi menjadi pusat konservasi dan wisata, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk pengembangan potensi UMKM di daerah.

“Pertemuan para pengelola kebun raya di Indonesia merupakan kali pertama diadakan setelah terbentuknya BRIN. Momentum ini juga berbarengan dengan sedang disiapkannya pengganti atas Perpres 93/2011 serta perubahan-perubahan lainnya terkait kebun raya” ujar Direktur Kemitraan Riset dan inovasi BRIN R. Hendrian.

BACA JUGA:  Sandiaga Uno: Persiapan WSBK Mandalika 2021 Sudah 100%

Hendrian menambahkan, upaya pengenalan langsung manajemen kebun raya dilakukan dengan filedtrip di Kebun Raya Bogor. Hal ini guna memberikan gambaran utuh terkait pengelolaan dari fungsi-fungsi kebun raya terutama dalam manajemen koleksi tumbuhan.

Sementara itu Kepala UPT Kebun Raya Balikpapan Lukman mengharapkan agar pengenalan perkebunrayaan dilakukan secara rutin sehingga memantapkan pemahaman para pengelola kebun raya terkait kaidah-kaidah perkebunrayaan.

Hingga saat ini terdapat 47 Kebun Raya di Indonesia, di mana 5 kebun raya di antaranya dikelola oleh BRIN. Jumlah tersebut mewakili 18 tipe ekoregion yang terdapat pada 21 provinsi di Indonesia. (DM)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.